Anambas Project

Sejak tahun 2017, Yayasan Umar Kayam berkolaborasi dengan CSR (Corporate Social Responsilibility) PT Medco E&P Natuna Ltd (MEPN) melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kepulauan Anambas, dimana kepulauan di Laut Natuna (Cina Selatan) itu adalah tempat bertemunya para pelaut dengan keragaman latar belakang kebudayaan. Akulturasi kebudayaan di Anambas sangat baik. Sikap terbuka, dan toleransi di Anambas harus dipertahankan. Dalam konteks relasi sosial-politik di Indonesia saat ini, Anambas layak menjadi tempat rujukan dan belajar tentang toleransi dan hubungan antar kelompok dalam masyarakat dengan latar belakang budaya dan agama yang beragam. Anambas akan menjadi tuan rumah bagi kebudayaan yang lalu lalang sebab begitulah seharusnya masyarakat kepulauan.

Yayasan Umar Kayam bersama SCR MEPN mendampingi masyarakat desa di Pulau Belibak (Pulau Pangeran), desa Batuampar, di Kecamatan Palmatak dan Desa Mampok, serta desa Landak di Kecamatan Jemaja untuk pengembangan wisata berbasis komunitas, yakni proses pengembangan pariwisata yang memberi keuntungan sebesar-besarnya kepada komunitas. Sehingga pemerintah dan pemangku kepentingan yang lain berfungsi memberi dukungan melalui keputusan politik, kebijakan pembangunan, dan infrastuktur terpenting. Jika komunitas (masyarakat) yang mendapat keuntungan paling besar, harapannya, industri pariwisata akan lebih lestari dan tidak tercerabut dari akarnya, kebudayaan setempat akan selalu terjaga.

Hampir selama empat tahun, Yayasan Umar Kayam bersama CSR MEPN bekerja bersama dengan masyarakat kepulauan Anambas, dan pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Anambas melakukan upaya revitalisasi budaya dan seni tradisi, penguatan kapasitas masyarakat setempat, dan pengembangan wisata desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *